1.04.2009

Dag Dig Dug


Mungkinkah gempa melanda?
Ada suara mengelegar..
Kaget..
Panik..
Bunyi yang begitu keras
Dag..
Dig..
Dug..
Disamping kanan..
Disamping kiri..
Diatas..
Dibawah..
Kucari asalnya..
Bingung..
Terus mencari..
Ternyata berasal dari dada ini
Mengetarkan seluruh hati
Dan suara itu hanya ada
Jika aku ada didekatmu!

Sudahlah


Jika cinta tak cukup untukmu
Sudahlah..
Jika satu saja tak cukup untukmu
Sudahlah..
Jika tak berarti lagi untuk hidupmu
Sudahlah..
Jika tak lagi bahagia
Sudahlah...

Kita akhiri saja
Kita sudahi saja
SUDAHLAH...

1.03.2009

Kalender Masehi


Tiap tanggal 1 Januari orang-orang di berbagai belahan dunia akan bersorak sorai merayakan pergantian tahun. Setelah 365 hari yang telah kita lalui, kita akan menyambut 365 hari yang baru. Harapan-harapan dilambungkan untuk menyongsong hari yang baru. Doa-doa diucapkan. Tahun baru telah tiba!

Namun, di balik kegembiraan tahun baru, pernahkah terlintas di benak kita pertanyaan-pertanyaan seputar kalender? Misalnya, tahukah anda mengapa satu tahun lamanya 365 hari dan setelah itu datang tahun baru membawa 365 hari yang baru, atau tahukah anda sejak kapan kalender yang kita gunakan sekarang ini mulai digunakan pertama kalinya dan siapa yang menciptakannya?
Setiap tahunnya kita lalui 365 kali pergantian hari (dan 366 hari jika tahun kabisat) yang terbagi ke dalam 12 bulan.

Dimulai dengan Januari, diakhiri dengan Desember. Diantaranya terdapat Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober dan November.
Pada duabelas bulan tersebut, setiap harinya istimewa. Hari-hari tertentu merupakan sebuah perayaan atau peringatan bagi sekelompok orang. Di negara kita misalnya, setiap tanggal 17 Agustus diperingati sebagai hari kemerdekaan negara kita.

Pada tanggal 1 Januari, tahun baru kita rayakan. Jika digabungkan hari perayaan atau hari peringatan di seluruh dunia, kemungkinan besar setiap harinya merupakan hari perayaan atau peringatan.
Tanggal-tanggal seperti ini adalah bagian dari sistem penanggalan Gregorian atau lebih kita kenal di Indonesia sebagai sistem penanggalan masehi.

Selain resmi digunakan sehari-hari di negara kita, sistem penanggalan Gregorian ini merupakan sistem penanggalan internasional.
Sistem penanggalan Gregorian adalah sistem penanggalan yang berdasarkan pada siklus pergerakan semu Matahari melewati titik vernal equinok dua kali berturut-turut, yang lamanya rata-rata adalah 365, 242199 hari.

Revolusi Bumi mengelilingi Matahari tiap tahunnya mengakibatkan Matahari terlihat dari Bumi bergerak melintasi bola langit. Padahal, sebenarnya Bumi bergerak mengitari Matahari maka kita melihat Matahari diproyeksikan pada medan bintang yang berbeda-beda. Lintasan Matahari semu selama setahun ini kemudian disebut ekliptika. Mudahnya, bayangkan saja bintang-bintang di langit. Bintang-bintang tampak terbit dan tenggelam setiap harinya. Hal ini tidak lain diakibatkan oleh rotasi Bumi terhadap sumbunya, bukan karena Bumi yang diam dan dikelilingi oleh bintang-bintang, seperti yang dikira orang-orang zaman dahulu selama berabad-abad.


Titik vernal equinok adalah titik semu pada lintasan ekliptika tempat Matahari melewati atau tepat berada pada garis ekuator langit (perpanjangan garis ekuator Bumi), yang terjadi sekitar tanggal 21 Maret. Sistem penanggalan dengan acuan Matahari seperti ini disebut juga solar calendar atau kalender syamsiah. Oleh karena penyesuaian dengan pergerakan semu Matahari inilah, satu tahun dalam kalender Gregorian lamanya 365 hari.
Tetapi, sistem penanggalan Gregorian dengan 365 hari seperti sekarang ini sebetulnya merupakan reformasi dari sistem penanggalan yang digunakan sebelumnya.

Kalender Gregorian pada mulanya adalah kalender yang digunakan oleh bangsa Romawi kuno dan bukan berdasarkan pada siklus Matahari (solar calendar) seperti sekarang ini. Kalender aslinya dulu tidak terdiri dari duabelas bulan seperti sekarang, tetapi terdiri dari sepuluh bulan (Martius, Aprilis, Maius, Junius, Quintilis, Sextilis, September, October, November, December) dengan jumlah hari sepanjang tahun adalah 304 hari.
Permulaan tahun dalam kalender Romawi kuno dihitung sejak pendirian kota Roma pertama kalinya atau from the founding of the city (of Rome), yang diterjemahkan dari bahasa Romawi ab urbe condita.

Selain itu awal tahun atau tahun baru dirayakan setiap tanggal 1 Maret, bukan 1 Januari seperti sekarang.
Kemudian kalender ini dimodifikasi menjadi kalender yang terdiri dari 12 bulan dengan jumlah hari tiap bulannya masih menyesuaikan dengan siklus peredaran Bulan mengitari Bumi, rata-rata adalah 29,5 hari.

Raja Romawi, Numa Pompilius kemudian memperkenalkan Februari dan Januari diantara bulan Desember dan Maret. Dengan demikian didapat tahun yang lamanya 354 hari. Kemudian pada tahun 450 SM Februari dipindahkan ke posisinya sekarang ini, di antara Januari dan Maret.
Tetapi, tahun dengan 354 hari tidak sesuai dengan periode Bumi mengelilingi Matahari yang telah diketahui waktu itu, yaitu 365,242199 hari.

Pada setiap akhir tahun kalender yang dimodifikasi tersebut tidak sesuai sekitar sebelas hari dengan pergantian musim, dan setelah tiga tahun perbedaan dengan musim ini menjadi sekitar sebulan. Untuk mengakali hal ini, kalender segera dikoreksi dengan menambahkan satu bulan setiap dua tahun sekali.

Tidak berapa lama kalender yang dikoreksi menimbulkan kebingungan dalam masyarakat Romawi kuno.
Pada 46 SM, Julius Caesar mereformasi kalender dengan memerintahkan bahwa panjang satu tahun haruslah 365 hari dan terdiri dari 12 bulan, berdasarkan pertimbangan dari seorang ahli astronomi dari Alexandria bernama Sosigenes. Ini mengakibatkan beberapa hari harus ditambahkan pada beberapa bulan agar panjang tahun yang semula 354 hari dapat menjadi 365 hari. Ia juga menetapkan bahwa bulan-bulan yang berada pada urutan ganjil memiliki 31 hari dan bulan yang berada pada urutan genap memiliki 30 hari, dengan bulan Februarinya berjumlah 29 hari.

Selain itu, pada tahun 44 SM bulan Quintilis diubah namanya menjadi Juli untuk menghormati Julius Caesar.
Dengan demikian, jumlah hari dalam beberapa bulan tidak lagi bersesuaian dengan siklus Bulan mengelilingi Bumi yang lamanya rata-rata 29,5 hari. Kalender Julian, demikian kalender ini disebut, tidak lagi bersifat lunar calendar (kalender Qamariyah) karena ketidaksesuaiannya dengan siklus Bulan.

Tetapi permasalahan tidak serta merta selesai setelah reformasi kalender Julian. Masih ada perbedaan sekitar seperempat hari antara kalender Julian dengan panjang tahun sebenarnya (pergerakan semu Matahari sepanjang tahun). Jika dibiarkan terus, dalam kurun waktu empat tahun kalender Julian akan mengalami akumulasi perbedaan sebesar satu hari. Dalam waktu beberapa puluh tahun, kalender Julian akan mengalami akumulasi perbedaan dengan musim lebih besar lagi. Dengan demikian, kalender Julian tidak lagi sesuai dengan pergantian musim, padahal tujuan utama reformasi Julian adalah menyesuaikan dengan musim.

Reformasi Julian jadinya hanya menunda ketidaksesuaian tersebut, seperti yang terjadi pada kalender Romawi kuno, lebih lama saja.
Untuk mengakali perbedaan dengan musim tersebut, dengan pertimbangan lain lagi dari Sosigenes, setiap empat tahun sekali akan ditambahkan satu hari pada bulan Februari. Tahun seperti inilah yang kemudian kita kenal sebagai tahun kabisat. Maka, pada tahun kabisat tersebut Februari akan terdiri dari 30 hari sehingga jumlah hari satu tahunnya menjadi 366 hari. Dengan begitu, panjang rata-rata tiap tahunnya adalah 365,25 hari dan menjadi cukup dekat dengan tahun sebenarnya yang panjang rata-ratanya 365,242199 hari. Namun, Februari yang kita kenal sekarang terdiri dari 28 hari.

Terdapat cerita menarik mengenai perubahan Februari dari 29 hari menjadi 28 hari, meskipun tidak diyakini kebenarannya. Tahun 8 SM bulan Sextilis diganti namanya menjadi Augustus untuk menghormati kaisar Augustus yang memerintah Romawi setelah Julius Caesar. Pada masa kekuasaannya, ia mengambil satu hari dari bulan Februari untuk ditambahkan ke bulan Agustus, sehingga bulan Agustus pun kemudian terdiri dari 31 hari, bukan 30 hari lagi seperti sebelumnya. Dengan jumlah hari yang sama antara Juli dan Agustus, walaupun namanya dijadikan nama bulan setelah bulan Juli, ia tidak lagi merasa inferior terhadap Julius Caesar.
Setelah didapat panjang tahun rata-rata yang cukup dekat dengan panjang tahun sebenarnya dengan solusi tahun kabisat, rupanya panjang tahun ini belumlah cukup sangat akurat sehingga dalam kurun waktu yang cukup lama dapat tetap mengakibatkan ketidaksesuaian dengan musim. Dengan kesalahan yang besarnya hanya 0,007801 hari tiap tahunnya, dalam kurun waktu 128 tahun akan terdapat ketidaksesuaian dengan musim (panjang tahun sebenarnya) sekitar satu hari. Pada tahun 1582 kalender Julian telah memiliki ketidaksesuaian dengan musim sebesar 10 hari. Untuk mengatasi hal ini, Paus Gregorius XIII mengambil dua langkah. Pertama, ia memutuskan bahwa tanggal 4 Oktober tahun 1582 akan langsung diikuti dengan tanggal 15 Oktober 1582, bukan tanggal 5 Oktober 1582. Kedua, untuk mencegah ketidaksesuaian dengan musim ini kembali terjadi, ia juga menetapkan bahwa tiga dari empat tahun abad (tahun yang berakhiran dengan 00, misalnya tahun 1600, 1700, dst) bukanlah tahun kabisat.

Dengan peraturan tahun kabisat yang dulu, setiap empat tahun sekali, tahun yang habis dibagi empat akan menjadi tahun kabisat. Tetapi, dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Paus Gregorius ini maka tahun abad yang tidak habis dibagi 400 tidak akan menjadi tahun kabisat. Dengan demikian, tahun 1700, 1800, 1900 bukan tahun kabisat, sedangkan tahun 2000, yang habis dibagi 400, merupakan tahun kabisat.


Tetapi, peraturan dari Paus Gregorius ini tidak langsung diterapkan. Memang negara-negara dengan mayoritas umat Katholik dengan segera mengubah penanggalannya ke sistem penanggalan yang telah direformasi Paus Gregorius, tetapi tidak demikian pada negara-negara dengan mayoritas umat Kriten Protestan dan lainnya. Pada banyak negara kalender Julian masih digunakan, bahkan sampai tahun 1918 masih digunakan oleh Rusia. Sehingga dalam kurun waktu 1582-1918 tersebut, harus jelas penanggalan yang mana yang digunakan, yang Julian atau Gregorian.

Demikianlah kisah kalender yang kita gunakan sehari-hari kini. Menarik mengetahui bahwa manusia dapat mensiasati waktu.

Hore, Ada Es di Mars!

Peta kutub utara Mars berdasarkan sinar gamma dari elemen hidrogen yang kebanyakan berbentuk air es.
Daerah dengan es yang tinggi ditunjukan oleh warna ungu dan biru. Sedang yang esnya sedikit ditunjukkan dalam warna merah.
Kredit : NASA/JPL/UA

Mars, si planet merah yang penuh misteri ini, akhirnya bisa membuka dirinya untuk dikenal oleh penghuni Bumi lewat berbagai misi ruang angkasa yang dikirimkan ke sana.

Mars merupakan planet gurun yang dingin tanpa ada air di permukaannya. Tapi, di bagian kutub Mars, air es mengintai dari bawah tanah. Penemuan orbiter Mars Odyssey tahun 2002 menunjukkan keberadaan sejumlah besar subpermukaan air es di dataran kutub utaranya. Nah, dalam misi kali ini, pendarat Pheonix menargetkan area sirkumpolar ini untuk digali, melewati bagian lapisan tanah teratas sampai ke bagian air esnya. Tujuannya untuk membawa es dan juga tanah, untuk dianalisis lebih lanjut.

Perlengkapan yang dimiliki Pheonix memang ditujukan untuk mengungkap petunjuk-petunjuk sejarah geologi dan kemungkinan potensi biologi di area kutub Mars.

Misi Pheonix ini justru jadi misi pertama yang akan memenuhi tujuan-tujuan berikut :

* Mengindentifikasi keberadaan air di Mars

* Karakterisasi iklim Mars

* Karakterisasi kondisi geologi Mars

* Mempersiapkan eksplorasi manusia ke Mars.

Untuk persiapan ekplorasi manusia ini, Pheonix memiliki dua tujuan yakni: Mempelajari sejarah air di kutub Mars dalam seluruh fasenya.
  1. Saat ini, air di permukaan Mars dan di atmosfernya berada dalam dua keadaan, gas dan padatan. Di kutub, interaksi antara air es padat yang ada di dan di bawah permukaan dengan gas uap air di atmosfer dipercaya menjadi hal penting yang mempengaruhi cuaca dan iklim di Mars.
  2. Mencari bukti zona habitasi serta memperkirakan potensi biologis dari perbatasan es dan tanah. Penemuan yang ada saat ini menunjukan kehidupan bisa ada pada kondisi yang paling ekstrim. Bahkan sangat dimungkinkan jika spora bakteri bisa tertidur pada kondisi yang sangat dingin, kering, dan kondisi tanpa udara selama jutaan tahun. Dan mereka akan menjadi aktif saat kondisi memungkinkan. Koloni mikroba seperti ini kemungkinan ada di kutub Mars, yang menurut acuan periodik planetnya, memang memiliki air dalam bentuk cairan dalam periode yang singkat setiap 100.000 tahun. Kondisi ini akan membuat lingkungan di sekitarnya jadi bisa dihuni.
Gumpalan terang yang ternyata adalah es yang diambil pada tanggal 15 dan 18 Juni 2008.
Kredit :NASA/JPL-Caltech/University of Arizona/Texas A&M University

Bagaimana hasilnya? Sejak pendaratan Pheonix dan penelitian yang ia lakukan, berbagai gambar indah telah dihasilkan untuk menunjukkan kondisi Mars. Setelah melakukan penggalian di Mars 15 Juni 2008, Pheonix memperlihatkan gumpalan terang. Sampai tanggal 16, gumpalan tersebut masih ada. Namun tanggal 19, gumpalan itu mengalami penguapan. Jadi tak mungkin itu gumpalan garam. Itu pasti gumpalan es.

Ada es di Mars … menarik bukan? Pheonix mengungkap beberapa gumpalan terang tersebut beberapa hari sebelumnya, saat melakukan penggalian pada dua area parit. Namun, untuk bisa memastikan apakan gumpalan terang itu es atau bukan harus menunggu beberapa hari. Karena bisa jadi gumpalan itu es ataupun garam.


Jika gumpalan yang ditemukan itu es, ia akan mengalami sublimasi secara bertahap dalam beberapa hari dan kemudian menghilang. Di lapisan atmosfer Mars yang tipis, es tidak akan mencair melainkan menguap. Sedangkan, jika gumpalan itu adalah garam, maka garam tentu tidak akan mengalami hal yang sama seperti es.

Setelah beberapa hari sejak penemuannya, gumpalan itu pun menghilang dan tak bisa dipungkiri kalau gumpaan itu adalah air es. Air es di Mars.


Lengan robotik Pheonix yang tengah mengambil contoh tanah.
Kredit Gambar: NASA/JPL-Caltech/University of Arizona


Pheonix sendiri saat ini sudah beralih pada area lainnya, yang dikenal sebagai snow white 2. Yang menarik dalam penggaliannya, Pheonix mengenai sesuatu yang keras pada kedalaman yang sama dengan tempat penemuan es.

Tak hanya es, Pheonix juga mengirimkan citra yang menunjukan tangan robotiknya, yang berhasil menabur tanah ke dalam port pengiriman pada mikroskop optiknya. Contoh tanah tersebut akan dikirimkan ke Wet Chemistry Lab atau Thermal and Evolved-Gas Analyzer. Wet Chemistry Lab dan Optical Microscope merupakan bagian dari instrumen Microscopy, Electrochemistry and Conductivity Analyzer, yang disebut MECA.


Sumber : NASA

Mars Ternyata Lebih Dingin

Mars dingin bukanlah informasi baru. Namun hasil pengamatan Mars Reconnaissance Orbiter milik NASA menunjukkan kalau kerak dan lapisan atas selimut Mars lebih keras dan lebih dingin dari yang diperkirakan semula. Dengan demikian seandainya memang ada air dalam bentuk cairan maka tentunya air itu berada di jauh di bawah permukaan planet. Bahkan seandainya ada organisme hidup di dalam air tersebut, tentunya ia akan berada jauh lebih dalam dari dugaan awal.

Selain itu permukaan Mars juga ditemukan tidak melengkung mengikuti akibat beban es kutub utara, sehingga interior planet jadi lebih kaku dari yang diperkirakan sebelumnya. Semua ini bisa diketahui dari foto-foto yang diambil dengan Shallow Radar instrument, yang mengambil citra secara detail dari lapisan es, pasir, dan debu yang ada di kutub utara Mars. Citra tersebut mengungkap lapisan panjang sampai dengan 1000 km.


Saat dilihat sepintas ke bagian dalam es di kutub, Mars Reconnaissance Orbiter berhasil melihat timbunan materi es yang bisa digunakan untuk mengusut sejarah iklim di Mars. Benar-benar sebuah penemuan yang membuka masa lalu Mars.

citra yang diambil radar mengungkap keberadaan lapisan es, pasir dan debu yang membentuk tudung es di kutub utara Mars.
Peta berwarna menunjukan topografi dan kaitan tanah Mars.
Kredit : NASA/JPL-Caltech/University of Rome/SwRI


Foto-foto yang diambil radar menunjukan ada pembatas halus yang datar antara tudung es dan kerak batuan Mars. Di Bumi, berat timbunan es seperti itu akan menyebabkan terjadinya keruntuhan permukaan planet. Fakta kalau permukaan Mars tidak bengkok menunjukan kalau lapisan terluarnya sangat kuat, sebagai hasil dari kombbinasi kerak dan selubung teratasnya. Dipastikan keduanya pasti sangat tebal dan dingin.


Litosfer planet memang bagian yang sangat keras. Di Bumi, litosfer merupakan bagian yang patah saat terjadi gempa Bumi. Yang menarik adalah kemampuan radar untuk melihat jauh ke dalam tudung es sehingga bisa menemukan kalau tidak ada lengkungan atau pun patahan litosfer. Penemuan ini memberi pemahaman akan temperatur di dalam Mars untuk pertama kalinya.


Temperatur di bagian terluar planet batuan seperti Mars mengalami peningkatan dengan bertambahny kedalaman sampai ke bagian interiornya. Semakin tebal litosfernya, peningkatan temperatur secara bertahap akan semakin tinggi. Ditemukannya litosfer Mars yang tebal justru secara tak langsung menunjukan ada air yang sedang mengintai jauh di bawah permukaan. Lebih dalam dari yang diperkirakan sebelumnya, dimana temperatur akan jadi sangat hangat. Dan jika ada kehidupan di air maka tentunya ia sedang terkubur saat ini.


Peta ketebalan lapisan simpanan di kutub utara Mars yang diukur dengan Shallow Radar instrument milik NASA.
Kredit : NASA/JPL-Caltech/University of Rome/SwRI

Tidak hanya itu, foto-foto yang diambil juga menunjukan 4 zona lapisan es dan debu yang dipisahkan oleh lapisan tebal es murni. Diperkirakan ini merupakan pola lapisan es bebas yang tebal yang memberi gambaran siklus perubahan iklim di Mars dalam skala waktu sekitar 1 juta tahun. Perubahan iklim seperti itu bisa jadi disebabkan oleh perubahan kemiringan sumbu rotasi planet dan perubahan eksentrisitas orbit di sekeliling Matahari. Hasil pengamatan ini mendukung ide kalau kutub utara lebih aktif secara geologi dan lebih muda sekitar 4 juta tahun.

Tanggal 25 Mei, penjejak Phoenix Mars Lander dijadwalkan akan meneliti bagian kutub utara Mars khususnya untuk menyelidiki sejarah air di Mars. Sumber : NASA

Tarif SMS


Sebuah artikel di NYTimes mengungkapkan bahwa apa yang orang-orang percaya mengenai tarif SMS ternyata tidak benar. Sementara biaya pengiriman SMS bisa dibilang nol karena dia sekedar menumpang pada jalur lalu lintas data, biaya lain yang harus diperhitungkan hanyalah biaya penyimpanan data teks SMS. Tetapi itu juga tidak signifikan.

Artikel itu menyebutkan bahwa biaya penyimpanan data kira-kira sekitar US$ 100 untuk setiap terrabyte data. Ukuran data dari satu SMS dengan 160 karakter hanyalah sekitar 100 byte atau kurang (hasil eksperimen pribadi). Satu terrabyte sama dengan seribu Gigabyte atau satu juta megabyte atau seribu juta kilobyte.

Jika ukuran data satu SMS senilai dengan sepersepuluh kilobyte, maka setiap terrabyte penyimpanan bisa menampung sepuluh ribu juta SMS. Maka dengan perhitungan kasar, seharusnya biaya per SMS jika didasarkan pada biaya penyimpanan data adalah US$ 100 dibagi 10,000,000,000. Dengan nilai tukar saat tulisan ini dibuat dimana US$ 1 = sekitar Rp 11,000, kalkulator gw mengeluarkan angka ini: Rp. 0,00011.

Jadi silakan ambil kesimpulan sendiri. Jika provider telepon selular kita membebankan sekitar Rp. 250 per SMS, berapakah keuntungan yang mereka ambil? Bahkan dengan hanya Rp 1 per SMS pun keuntungan mereka sudah sekitar 10,000%. Betul-betul bisnis yang menggiurkan, bukan?

Tetapi itu kan artikel yang menjelaskan keadaan di Amerika Serikat. Di Indonesia tentu keadaannya berbeda. Di sini biaya hidup dan berbagai biaya operasional lainnya jauh lebih… murah.

Baca artikel lengkapnya di sini: Digital Domain - What Carriers Aren’t Eager to Tell You About Texting - NYTimes.com.

Jika


Jika Kalian tinggal di rumah yang baik, memiliki cukup makanan dan dapat membaca.
Maka Kalian adalah bagian dari kelompok terpilih.

Jika Kalian bangun pagi ini dan merasa sehat.
Maka Kalian lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup minggu ini.

Jika Kalian tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara, kesakitan karena penyiksanaan, atau kelaparan.
Maka Kalian berada selangkah lebih maju dibandingkan 500 juta orang di dunia.

Jika Kalian dapat menghadiri pertemuan politik atau keagamaan tanpa merasa takut akan dilecehkan, ditangkap, disiksa, atau mati.
Maka Kalian beruntung, karena lebih dari 3 milyar orang di dunia tidak dapat melakukannya.

Jika Kalian memiliki makanan di lemari pendingin, baju-baju di lemari pakaian, dan memiliki atap yang menaungi tempat anda beristirahat.
Maka Kalian lebih kaya dari 75% penduduk di dunia ini.

Jika Kalian memiliki uang di bank, di dompet, dan mampu membelanjakan sebagian uang untuk menikmati hidangan di restoran.
Maka Kalian merupakan anggota dari 8% kelompok orang-orang kaya di dunia.

Jika orang tua Kalian masih hidup dan menikmati kebahagiaan kehidupan pernikahan mereka.
Maka Kalian termasuk salah satu dari kelompok orang yang dikategorikan langka.

Jika Kalian mampu menegakkan kepala dengan senyuman dibibir dan merasa benar-benar bahagia.
Kalian memiliki keistimewaan tersendiri, karena sebagian besar orang tidak memperoleh kenikmatan tersebut.

Jika Kalian dapat membaca ini.
Maka Kalian baru saja menerima karunia ganda, karena seseorang memikirkan Kalian dan Kalian jauh lebih beruntung dibandingkan lebih dari 1 milyar orang yang tidak dapat membaca sama sekali

Semoga Kalian menikmati hari yang indah ini.


Hitunglah karunia keberuntungan Kalian, dan sampaikan hal ini kepada orang lain untuk mengingatkan bahwa sebenarnya, kita adalah orang-orang yang sangat beruntung.

Dengan bersyukur, Kalian akan lebih menikmati hidup yang hanya sebentar ini.

Hukum Kekekalan Energi


Penulis : Om Faisal (diambil dari emailnya Mama)

Saya teringat dengan salah satu dalil Fisika yang dipelajari pada waktu SMA. Dalil tersebut adalah tentang Hukum Kekekalan Energi yang berbunyi 'Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan'. Yang membuat saya teringat dengan hukum tersebut adalah karena obrolan beberapa waktu yang lalu dengan salah seorang teman mengenai rezeki.

Energi adalah suatu hal yang sifatnya abstrak. Dalam beberapa bentuk, rezeki juga merupakan hal yang bersifat abstrak, misal : kesehatan, ketenangan, kebahagiaan, dll. Terlalu sempit rasanya apabila kita hanya memandang rezeki dalam bentuk materi atau uang.

Dengan adanya kesamaan tersebut, saya meyakini bahwa di dunia ini juga berlaku Hukum Kekekalan Rezeki yaitu : 'Rezeki tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan'.

Menurut saya terlalu arogant kalau kita berani mengatakan atau bahkan berpikir bahwa rezeki yang kita terima adalah karena hasil kerja kita (dalam hal ini yang saya maksud adalah rezeki berupa materi/uang). Contoh sederhana yang menjelaskan kondisi ini adalah kalau kita melihat pada bayi yang relatif belum memiliki kemampuan apa2. Walaupun demikian namun rezeki tetap mengalir ke bayi tersebut. Kelanjutan dari hukum kekekalan energi mengatakan bahwa energi hanya bisa diubah dari suatu bentuk (abstrak) ke bentuk yang lain. Dalam kaitannya dengan rezeki, usaha yang kita lakukan pada dasarnya hanya sebagai cara untuk mengalihkan rezeki dari pihak lain (baca pelanggan) ke diri kita.

Dalam beberapa kondisi, terkadang kita lupa pada hal tersebut. Gaji dan fasilitas yang rutin kita terima, membuat kita beranggapan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang pasti kita dapatkan. Padahal tidak demikian kondisinya. Salah satu pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari 'krisis global' yang sedang terjadi adalah tidak ada jaminan bahwa perusahaan tempat kita bekerja akan tetap eksis.

Karena rezeki pada dasarnya hanya dapat dipindahkan dari suatu pihak ke pihak lain, maka yang perlu menjadi perhatian kita adalah bagaimana kita memanfaatkan rezeki tersebut pada saat kita memilikinya. Dalam 'Law of Attraction' dikatakan bahwa segala hal yang kita lakukan akan kembali ke diri kita. Artinya kalau rezeki yang kita miliki tidak dimanfaatkan untuk kebaikan (baca hanya disimpan) maka tidak akan ada return yang akan kembali ke kita. Lebih parah lagi apabila rezeki tersebut kita manfaatkan untuk hal2 yang buruk. Return yang akan kita peroleh juga berupa keburukan.

Sangat baik dan bijaksana apabila kita manfaatkan rezeki tersebut untuk kebaikan. Yakinlah bahwa dengan demikian return yang akan kita peroleh adalah kebaikan dengan nilai yang berlipat.Karena itu sahabat, selagi kita masih memiliki rezeki, manfaatkanlah untuk kebaikan. Apabila dengan rezeki tersebut kita bisa membuat orang lain tersenyum bahagia, yakinlah bahwa pada akhirnya senyum kebahagiaan itu akan kembali ke diri kita...

Note:
Kalau kita memberi, maka akan kembali ke kita, itu memang sudah kepastian hukum Allah terhadap alam semesta. Kenapa? Karena materi pada hakikatnya adalah ruang kosong, bukan padat seperti yg dipersepsikan otak kita. Partikel elementer terdiri dari elektron, proton kemudian quark dan arah2 magnet di dalamnya, artinya bagian dalam paling materi adalah kosong, hanya berupa energi/gelombang. Sifat gelombang adalah menjalar, refraksi, difraksi. Dengan demikian maka secara fisik kita melihat satu sama lain terpisah, namun secara hakikat semuanya merupakan untaian gelombang / energi quantum.

Makanya kalau kita memberi ke orang lain akan balik ke kita lagi, karena pada dasarnya kita semua menyatu secara gelombang. Kita merusak alam, maka kita juga yang akan kena akibatnya. Setiap hari atom2 di tubuh kita berinteraksi dengan atom-atom di "luar" diri kita, sehingga terjadi law of attraction, karena memang we are directly connected. Kesadaran ini dimiliki oleh bayi yang memori otaknya belum diisi oleh rasa ke-aku-an. Makanya bayi bisa merasakan hal2 yang tdk bisa kita rasakan, lebih peka. Semakin dewasa otak semakin terkontaminasi oleh rasa ke-aku-an, sehingga semakin tidak peka dan lupa pada hakikat diri sebenarnya.

Monas

Kapan ya gw terakhir menginjakkan kaki di monas? ehmmm.. dah ga inget lagi tuh.. mungkin waktu gw masih bayi kali dan sampai sekarang gw ga pernah masuk kedalam monas (duh..duh.. kasian banget ya) Ribuan kali gw lewatin (cuma lewat!) dan ga pernah terbayang untuk datang kesana.. Dan ternyata ada ide yang agak-agak diluar dugaan gw.. Bismo ngajak mama ke Monas!! Maka berangkatlah gw, Bismo, Mama dan Papa (Papa nge drop doang.. karena tetap harus control his projects) dan disana kita ketemuan sama sepupu-sepupu yang kebetulan lagi liburan di rumah Eyang di Jakarta.

Terus terang ada dua sisi monas .. sisi pertama : sisi dekat pintu masuk (berdekatan dengan Balai kota) itu kotor.. banyak sampah .. rumputnya banyak yang gundul (sedih liatnya!). Pedagang asongan buang sampah sembarangan - jadi saat mama beli kopi .. mereka buatin dan buang bungkusnya sembarangan - belum lagi pengunjung yang lain.. setali 3 uang..ckckck


Tapi kalo kita masuk dari gambir / mesjid Istiqlal lumayan bersih ..disitu ada beberapa lapangan futsal dan lapangan basket.. keren boz.. seneng jalan2 didepan tugu monas..ada juga kereta yang ngajak kita keliling monas.. (tapi gw ga naik.. antri soalnya)
Pas gw mau masuk kedalam monasnya.. ternyata........ antrinya juga puaaaanjaaaang banget.. dan bikin gw ilfeel.. mungkin timing gw datang ga pas.. karena bertepatan dengan liburan akhir tahun.. Pupuslah sudah keinginan gw untuk masuk kesana.. maybe next time...

1.02.2009

New Year 2009


Berlokasi di roofnya Trip Resto Kemang.. gw mencoba menanti akhir tahun dengan sesuatu yang beda..

SELAMAT TAHUN BARU TEMAN..
TUHAN TIDAK PERNAH MEMINTA KITA MENJADI YANG TERBAIK
TAPI..
TUHAN MEMINTA KITA BERUSAHA MELAKUKAN YANG TERBAIK
SELAMAT TAHUN BARU
SEMOGA KITA MENJADI LEBIH BAIK!
Template dibuat oleh : irshadi bagas