7.10.2008

Sang Pemimpi


Buku ini akhirnya selese juga dibaca..Makasi u Kak Dede, yang udah jauh2 dari Yogya kirimin niy buku ( dan Tuesday with Morrie) ke rumah, karena gw ga punya waktu untuk ke toko buku, Makasi Kak.. Semoga tambah banyak rejeki (biar kirimin bukunya lancar..hehehe)..

Manteb Sob! Jauh lebih bagus dari Laskar Pelangi.. begitu baca.. susah untuk nutup.. layak dikoleksi.. alur ceritanya pun enak.

Lucu sekaligus mengharukan..cocok untuk bacaan dikala shooting daripada ngalor ngidul gag jelas.

Ini memang cerita tentang mimpi. Sebenarnya mungkin cita-cita, namun karena cita-cita terlalu jauh dengan realitas, dan dalam hitungan matematis sudah menghasilkan kata tidak mungkin, maka lalu cita-cita itu hanya disebut mimpi saja. Buku berkisah tentang Ikal dan Arai (sepupu jauh Ikal) saat SMA. Mereka berkeinginan kuat untuk mewujudkan mimpinya bersekolah di Sorbone, Perancis. Bagaimana tidak mimpi, dia anak seorang sederhana yang bayang-bayang tidak bisa kuliah saja selalu menghantui pulupuk matanya.

Adapun Arai, dia adalah tokoh baru dalam cerita ini. Dia sepupu jauh Ikal yang sejak umur 8 tahun telah yatim piatu.

Yang bisa dipetik dari buku ini adalah buku ini mengajarkan kita untuk lebih mengenal arti KERJA KERAS dan NEVER STOP DREAMING!.
Ditambah dengan usaha kerasnya, Ikal dan Arai berusaha mewujudkan mimpi mereka, mereka rela menjadi kuli panggul dan mengumpulkan uang darinya agar setelah lulus pergi ke Jawa untuk melanjutkan kuliah. Kemudian memang dia pergi ke Jawa. Mereka menghidupi dirinya sendiri, dan kuliah dari uang jerih payahnya sendiri. Inilah yang menurut gw paling luar biasa.

Dari titik inilah perjalanan menempuh mimpi dimulai. Rupanya beasiswa sekolah Perancis merupakan gateway yang akan membawa dia ke alam mimpinya itu. Buku ini sungguh memotivasi.

Saran gw adalah READ THIS BOOK!. Buku ini akan mencambuk jiwa. Kita harus mempunyai mimpi, dan berusaha dengan keras mengejar mimpinya.

Jangan sampe kita jadi anak muda yang telah menghitamkan hatinya, telah merapuhkan jalan fikirannya. Lalu layu. Tidak berani bercita-cita, apalagi bermimpi. Dan telah menyerah kalah (sok tau banget ya gw).. tapi AMIN..AMIN..AMIN

Buku ini adalah penawar racun itu. Tidak rugi membacanya.

1 comment:

Makasi dah tinggalin comment!

Template dibuat oleh : irshadi bagas